4 Perbedaan Bahan Dinir dan Kanvas Lengkap

4 Perbedaan Bahan Dinir dan Kanvas Lengkap

07 Nov 2022 10:23:42

Yuk kenali perbedaan bahan dinir dan kanvas secara detail karena dua bahan ini termasuk ke dalam bahan berkualitas terbaik.

Dengan mengenalinya, Anda akan lebih mudah menentukan mana yang sesuai dengan kebutuhan berdasarkan spesifikasi dan ciri khasnya.

Pada kesempatan ini, kami akan memberikan gambaran perbedaannya. Selamat menyimak sampai selesai.

Pengertian bahan dinir dan jenisnya

Dinir merupakan sejenis bahan yang dikenal memiliki sifat yang ringan namun kuat. Karena sifatnya inilah dinir sering sekali dipakai dalam pembuatan tas. Salah satunya adalah ransel.

Pengertian bahan dinir dan jenisnya

Terlebih lagi, bahan penyusun jenis tas ini adalah polyester sehingga cukup sulit untuk tertembus air.

Menariknya lagi, harga kainnya juga dikenal ekonomis alias murah. Sangat cocok buat Anda yang ingin membeli atau membuat tas dengan budget terbatas.

Namun, perlu diketahui bahwa bahan ini terdiri dari berbagai jenis. Di antaranya adalah D300, D420, D600, D1050, D1680, hingga D1800.

Masing-masing jenis tersebut punya karakteristik yang unik. Karakteristik inilah yang menjadi pembeda antara jenis satu dengan yang lainnya.

Misalnya, perbedaan dinir D300 dan D600 yang cukup kentara dalam pembuatan tas.

Pengertian kain kanvas

Pada awal kemunculannya, kanvas atau canvas digunakan sebagai bahan dasar untuk melukis. Namun, seiring berjalannya waktu kanvas dipakai untuk membuat tas serta beberapa jenis produk garmen dan konveksi lainnya.

Adapun contoh produknya adalah tas, sepatu, jaket, dan yang lainnya.

Canvas merupakan bahan yang dikenal kuat dan memiliki daya tahan yang sangat baik. Ketahanan ini tentu disesuaikan dengan jenis kanvasnya.

Pasalnya, bahan ini terdiri dalam berbagai jenis bahan yang berbeda. Di antaranya adalah marsoto, blacu, baby canvas, dll.

Bahan utama pembentuk kanvas umumnya adalah katun. Ada pula yang bilang bahwa kainnya dilapisi cat dan lem.

Apa pun penyusunnya, kanvas dikenal sangat bagus karena tahan lama dan fleksibel saat dijahit sehingga tidak menyulitkan konveksinya.

Perbedaan bahan dinir dan kanvas

Pengertian di atas sudah memberikan sedikit gambaran bahwa kedua produk ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Perbedaan bahan dinir dan kanvas

Supaya makin jelas, di bawah ini kami tuliskan beberapa poin pembedanya:

1. Bahan penyusun

Bahan penyusun keduanya jelas berbeda. Di mana kanvas merupakan kain yang terbuat dari katun atau linen sedangkan dinier sebagian besar terbuat dari polyester.

2. Jenis kainnya

Kedua kain ini memang masih terbagi menjadi beberapa macam bahan lagi. Namun, masing-masing bahan punya penamaan yang berbeda.

Dinir ditandai dengan namanya yang berhuruf D diikuti oleh kode angka. Sementara kanvas dinamai dengan nama-nama yang unik seperti marsoto, baby canvas, blacu, dan yang lainnya.

Untuk huruf D yang diikuti angka, biasanya angka tersebut menunjukkan kode ketebalan bahan dan penyusunnya.

Sementara penamaan canvas tidak demikian. Yang jelas, jenis kain canvas biasanya masih terbagi menjadi beberapa kualitas. Contohnya blacu yang terdiri dari blacu KW, standar, hingga premium.

Masing-masing jenis kain tersebut jelas punya kualitasnya masing-masing. Maka dari itu, telitilah sebelum membeli.

3. Sifat kainnya

Karena bahan utama penyusunnya berbeda, maka sifat kainnya pun berbeda. Canvas dikenal punya kelenturan yang baik dan mampu menyerap air serta keringat karena berbahan dasar katun.

Selain itu, kainnya juga lebih mudah dijahit dan dibentuk tanpa kendala berarti.

Sedangkan dinier dikenal dengan sifatnya yang cukup kaku sebab kainnya tebal. Terlebih lagi, beberapa kode dalam tasnya, misal D600, dikenal punya sifat kaku dan permukaannya bertekstur keras.

Hal ini perlu menjadi pertimbangan saat Anda mau membeli kainnya. Tentu harus disesuaikan dengan penggunaannya.

4. Produk yang dihasilkan

Dengan sifat kain yang berbeda, pemakaiannya pun pasti berbeda. Dinier lebih sering digunakan untuk membuat tas. Misalnya tas seminar, goodie bag, ransel, tas olahraga, dan yang lainnya.

Sifatnya yang kuat dan tegak memberikan kesan yang kokoh saat dibentuk menjadi tas.

Sebaliknya, dengan kelenturan yang dimilikinya, kanvas cocok untuk dipakai buat berbagai macam produk. Mulai dari tas, pakaian, hingga sepatu.

Itulah perbedaan bahan dinir dan kanvas yang cukup jelas. Jika Anda membutuhkan tas buat acara seminar, bimtek dan workshop, atau yang lain. Silakan hubungi tim kami, Oscas Indonesia, yang siap memberikan sampel, konsultasi gratis, dan pelayanan terbaik sesuai deadline.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp